Indungsia dotCom

28 December 2009

Yuk, Tahun Baru di Lereng Merapi

Filed under: Wisata negeriku — pazn69 @ 4:14 pm
Tags:

YOGYAKARTA – Menyambut perayaan malam pergantian tahun dan tahun baru 2010, masyarakat Lereng Gunung Merapi, Sleman, DI Yogyakarta akan menggelar panggung kesenian.

Acara akan digelar, Kamis (31/12/2009) malam dan Jumat (1/1/2010), di lokasi timbunan lava yang menerjang kawasan wisata alam Desa Kaliadem, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Pengamatan Kompas.com, Selasa (22/12/2009) kemarin, sejumlah warga sedang meratakan tanah bekas timbunan lava hasil letusan Merapi pada 14 Juni 2006 lalu, yang nantinya digunakan untuk mendirikan panggung.

Untuk diingat, letusan Gunung Merapi berikut awan panasnya yang disebut wedhus gembel ketika itu menghancurkan puluhan desa dan membuat puluhan ribu warga lereng Merapi harus mengungsi. Di lokasi wisata alam Kaliadem, 13 warung, gedung BPPT, dan rumah joglo tempat para pengunjung biasa beristirahat sejenak, berikut prasarananya tertimbun lava hingga 5 meter tingginya. Tidak ada korban meninggal dari pihak warga Kaliadem, tetapi dua relawan meninggal dunia.

Lokasi wisata Kaliadem sebelum dihajar lava merupakan lokasi wisata alam yang biasa dikunjungi wisatawan domestik, khususnya kaum muda. Setiap Sabtu malam atau malam menjelang libur banyak pengunjung berkemah di lokasi itu untuk menikmati pemandangan luar biasa puncak Merapi yang sedang melelehkan lava pijarnya.

Sejak letusan di pertengahan Juni 2006 lalu, lokasi itu tetap menjadi obyek wisata alam Lava Tour. Pengunjung disuguhi pemandangan timbunan sisa lava yang kini membentuk gudukan tanah setinggi 3 meter. Di sana-sini masih terlihat tembok warung dan bangunan lain yang menyembul dari antara gundukan lava.

Dengan menyaksikan gundukan lava itu pengunjung bisa membayangkan betapa hebatnya letusan Merapi ketika itu. Berbincang-bincang dengan para pemilik warung sambil minum wedang gedhang, minuman khas Kaliadem, pengunjung bisa mendapatkan cerita-cerita unik berkait fenomena Merapi. Kalau beruntung, Anda bahkan bisa bertemu juru kunci Merapi Mbah Maridjan, yang tinggal tak jauh dari lokasi itu.

Masih di Kaliadem, pengunjung juga bisa masuk ke bunker tempat penyelamatan sementara bagi penduduk jika terjadi letusan.

Menurut seorang pemilik warung, Ny Sukiran (36), pascaletusan Merapi jumlah pengunjung justru meningkat dibandingkan dulu. Setidaknya, jumlah pemilik kios pun bertambah dari 13 saat itu menjadi 20 saat ini, dan masih ada lagi beberapa bangunan warung lagi yang sedang didirikan.

Untuk menarik lebih banyak pengunjung, pengelola Kaliadem berusaha memberikan hiburan setiap hari-hari besar. “Malam satu Suro kemarin juga ada panggung,” kata Ny Sukiran.

Untuk malam pergantian tahun dan tahun baru nanti, sejumlah kesenian tradisional dijadwalkan akan tampil seperti jathilan dan campursari.

Editor: wsn

kompas.com

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: